Skip to content →

Benih Pahala

Bismillah…
Ah.. ntar ja sholatnya kalo aku udah agak bener, baca Qurannya ntar aja ah kalo udah belajar tajwid, mau sedekah tapi takut jadi ria eee gak enak diliat malu, gak jadi bantu2 ah takut gak ikhlas mending gak usah sekalian, ih kamu minta do’a sama dia? dia kan anu, anu dan anu dan segudang alasan lainnya.
Seoarang nenek sedang menanam biji sawi diladang, cucunya yang lucu dan agak kritis bertanya “nek! kenapa satu lubang dikasih banyak biji sih? kenapa gak satu lubang satu biji aja nek?” dengan senyum dan penuh kasih sayang nenek menjawab “karna kita tidak tahu dari biji mana akan tumbuh sawi yang baik dan bagus” sambil mengecup kening cucuknya diakhir kalimat.
Banyak berbagai alasan yang menghinggapi kita untuk tidak mengerjakan amalan sholeh. Pernyataan-pernyataan atau alasan diatas mungkin salah satunya atau mungkin  lebih banyak lagi.
Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :
أَحَبُّ الأَْعْمَال إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَل

Amalan yang paling di cintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu walaupun sedikit. (HR Bukhori dan Muslim)

Riwayat lain :

واكْلَفُوا من الْعَمَلِ ما تُطيقون ، فإنَّ الله لا يَمَلُّ حتَّي تَملُّوا ، وإنَّ أحَبَّ الأعمال إلى الله ما دَامَ وإن قلَّ

Laksanakan amalan semampu kalian, sesungguhnya Allah tidak bosan sampai kalian (sendiri) yang bosan. dan sesungguhnya amalan yang paling di cintai Allah adalah amalan yang kontinu (berkesinambungan) walaupun sedikit. (HR Abu Daud)
 

Allah SAW menginginkan hamba-NYA untuk tidak bermuluk-muluk dalam beribadah, sedikit saja tapi dilaksanakan terus-menerus, progressive dan meningkat. Terus-menerus bisa jadi “sebanyak-banyaknya”, lebih banyak dibandingkan sedikit tapi jarang-jarang.
Jika di ambil kolerasi  dari cerita sederhana dan hadist diatas dapat diambil kesimpulan “Beribadahlah sebanyak-banyaknya dan sesering-seringnya karna kita tidak tahu dari amal ibadah yang mana yang kita benar-benar ikhlas lillah”, “Besedakahlah sesering-seringnya karna kita tidak tahu dari sedekah yang mana yang hati kita benar-benar ridho dan terlepas dari Riya”, “Tebarkanlah senyum sebanyak-banyaknya karna kita tidak tahu senyuman kita yang mana yang benar-benar tulus “, “Berdo’a, mendo’akan dan mintalah do’a sesering-seringnya dan sebanyak-banyaknya karna kita tidak tahu dari do’a mana dan orang mana yang terkabul”, “Bacalah ayat suci sesering-seringnya dan sebanyak-banyaknya karna kita tidak tahu dari bacaan kita yang mana yang benar-benar lidah kita fasih mengucapkannya” dan lain sebagainya, bisa teman-taman apliksikan sendiri .

Jadi, masih meragukan diri-sendiri untuk berbuat baik dan beramal sholeh?, untuk mulai beribadah masih menunggu diri merasa labih baik atau pantas?.

Dibulan suci penuh rahmat ini Allah memeberikan pahala labih di banding bulan-bulan lainnya, mari kita perbanyak dan per”sering” ibadah kita, semoga kita menjadi manusia yang fitri dan mulia disisi-Nya.

Semoga Bermanfaat.

Published in Zzzzzz

Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.