Skip to content →

Dari “hati” ke hati

Bismillah….

“Sesuatu yang keluar dari hati akan sampai ke hati”
Seorang ustadz yang berdkawah atau ceramah dengan hati yang ikhlas terasa sejuk di hati, tidak dibuat-buat, mempunyai visi-misi dan tidak asal jeplak seperti togog (tokoh pewayangan, googling dewek dab :P).

Masakan ibuku selalu lebih nikmat dibandingkan masakan mahal dan mewah sekalipun, karna dibuat dengan “hati”, bukan untuk komersial.

Legenda musik indonesia Iwan Fals pernah ditanya tentang bagaimana dia membuat lirik dan musiknya, sang legenda menjawab simple “Jujur dari hati”.

Bagi kita yang masih duduk dibangku sekolah (TK, SD, SMP dll) sangat terasa bagaimana guru atau dosen yang mengajar dan mendidik dengan “hati” dan atau hanya sekedarnya saja, sekedar formalitas untuk menjalankan kewajiban.

Teman yang mendengarkan “curhat” kita, sungguh terasa, apakah dia mendengarkan dengan “hati” (lho kok dengerin pake hati ?) atau hanya pura-pura iba mendengar.

Seperti Andrea Hirata dengan novel best sellernya Laskar Pelangi yang dengan “hati” didedikasikan untuk guru tercintanya tanpa tendensi apapun. Biarpun banyak menuai kritikan dari para seniman jurnalis karna tidak sesuai dengan kaidah sastra tetap saja sampai ke hati masyarakat dan medapat sambutan yang luar biasa.


Sampai hal yang paling kecil sekalipun, mandi, coba kita mandi dengan “hati” (wah mulai gak jelas iki), ketika melangkahkan kaki kekamar mandi tanggalkan semua baju yang melekat ๐Ÿ˜€ , tinggalkan semua perkara dan kita rasakan air yang mengalir dari ujung rambut ke ujung kaki, begitu sejuk. Pernah mencoba? atau malah melamun yang engak2.

Bismillah, sungguh dahsyat sesuatu pekerjaan, apapun, yang dimulai dengan bismillah dan dengan hati yang ikhlas lillahita’ala tanpa tendensi apapaun kecuali mengharap ridho-Nya.

Semoga coratan cakar ayamku di blog ini datang dari “hati”. Semoga bermanfaat.

Published in Zzzzzz

Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.