Skip to content →

NUFI – Kok Bisa Sih Kasih Internet Gratis!?

Melepah Pisang

Hukum permintaan (The Law of demand). Pada hakikatnya, makin rendah harga suatu barang maka makin banyak permintaan terhadap barang tersebut. Sebaliknya, makin tinggi harga suatu barang maka makin sedikit permintaan terhadap barang tersebut, dengan syarat Ceteris Paribus, yaitu faktor-faktor lain dianggap konstan.

Tong didebat! aing ge teu ngarti.

Contoh konkret dari Hukum Permintaan adalah ketika harga handphone semakin murah maka permintaan akan barang tersebut meningkat secara signifikan.

Pertanyaan besarnya adalah:

Apakah hukum tersebut berlaku bagi internet di Indonesia?

Pengalaman tim NUFI di lapangan, khususnya untuk Kab. Subang. Masyarakat  masih merasa/menganggap bahwa harga paket internet yang disediakan oleh provider-provider saat ini mahal.

Let’s jump to the conclusion hahaha.

Tampaknya, teori tersebut tidak berlaku bagi internet di Indonesia. Buktinya, biarpun harga internet dirasa mahal oleh kebanyakan warga, akan tetapi jumlah pengguna tiap tahun selalu bertambah (Demand tinggi biarpun harganya juga tinggi). Sumber by APJII.

Kan!!

Menjawab Keraguan

Tim Lapangan mendapati beberapa warga yang menolak kehadiran NUFI di lokasi mereka. Ada semacam keragaun dalam diri mereka terhadap NUFI.

Harga paket internet di Indonesia kan termasuk mahal, kok bisa-bisanya ada yang kasih gratis? Ada apa2nya di belakang.

Yang mahal aja kadang lemot, gimana yang gratis? Speed inet NUFI abal2, nih!?

Hal-hal semacam itu sangat kami maklumi. Terutama konsep bisnis NUFI terbilang baru dan unik. Justru itu yang memotivasi tim NUFI untuk terus mensosialisasikan, mengenalkan dan mengedukasi masyarakat tentang apa itu NUFI, bagaimana cara kerja dan konsep bisnisnya.

Published in Review

Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.